Senin, 27 Juli 2009

BAPAK INDONESIA

Ir. Soekarno

November 18, 2008 in Mini Biography | Tags: Soekarno

Soekarno

Ir. Soekarno, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno adalah soeorang nasionalis sekaligus mantan presiden Republik Indonesia yang pertama. Beliau juga merupakan pembaca naskah proklamasi kemerdekaan, serta termasuk penyumbang ide dalam penyusunan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.Bung Karno lahir pada tanggal 6 Juni 1901. Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo seorang guru di Surabaya, sementara ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Pulau Bali.

Soekarno kecil tinggal di Tulung Agung bersama kakeknya. Saat usianya 14 tahun, ia diajak oleh Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Tjokroaminoto) yang merupakan rekan ayahanya, untuk pindah dan tinggal di Surabaya. Soekarno kala itu bersekolah di Hoogere Burger School (H.B.S) yang merupakan salah satu sekolah kolonial Belanda di Surabaya. Soekarno banyak bergabung dengan organisasi tingkat nasional seperti Sarekat Islam, begitupun organisasi kedaerahan seperti Jong Java. Setelah tamat dari H.B.S, Bung Karno meneruskan sekolahnya di Technische Hoge School (ITB Bandung). Di Bandung, Soekarno mulai melebarkan sayap, ia menjalin hubungan persahabatan dengan berbagai orang penting seperti Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker (Seorang Indo-Belanda). Keduanya saat itu merupakan pemimpin National Indische Partij.

Soekarno memang terkenal memiliki banyak istri. Yang resmi ada sekitar 4 orang, yaitu Ibu Fatmawati (The First Lady), Ibu Hartini, Ibu Ratna Sari Dewi (Seorang Jepang dengan nama asli Naoko Nemoto), serta Ibu Haryati. Soekarno dikharuniai anak dari hampir semua istrinya. Dari Bu Fat antara lain Guntur Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, serta Guruh Soekarnoputra. Dari Ibu Hartini, ada Taufan serta Bayu Soekarnoputra, sementara dari istrinya yang termuda, Ratna Sari Dewi, ada Kartika Sari Dewi Soekarno.

Kehidupannya sebagai seorang nomor satu di Republik Indonesia dipenuhi berbagai peristiwa penting. Di balik itu, ia tetaplah seorang pria yang ramah serta bersikap sopan pada ajudan – ajudannya. Salah seorang ajudan yang setia menemaninya hampir selama 8 tahun adalah Bambang Widjarnako. Ia menceritakan tentang Bung Karno dalam bukunya yang berjudul ‘Sewindu Dekat Bung Karno’.

Bung Karno memang seorang negarawan yang handal dan hampir perfek. Ia selalu tampil baik dan memang sungguh cocok untuk dijadikan sebagai presiden. Kehidupannya di istana diawali dengan bangun pagi, melakukan ibadah, serta berjalan – jalan di taman Istana Merdeka. Hal yang paling mengagumkan adalah, Bung Karno tahu persis hampir seluruh tanaman yang ada di taman istana. Bung Karno bahkan paham betul nama latin, banyak sedikit jumlah cahaya yang diperlukannya untuk tumbuh, masa perbungaan tanaman tersebut. Terkadang beliau menanyai ajudannya tentang hal tersebut, tujuannya tentunya agar ajudannya mau dan tidak malu untuk mempelajari sesuatu yang lain dari bidang pekerjaanya sebagai ajudan.

Bung Karno sangat mencintai alam. Ia suka berjalan – jalan dengan kaki telanjang, sebab menurutnya antara manusia dengan bumi ada hubungan yang tidak bisa dilepaskan, seperti hubungan anntara ibu dengan anaknya. Suatu waktu ada seorang dari Indonesia Timur memberi Bung Karno seekor burung yang ia tangkap. Dengan sigap Bung Karno menerimanya, lalu melepaskan burung tersebut ke taman istana. Memang Bung Karno lebih menyukai bila burung – burung dapat beterbangan dengan bebas, dan tidak terkurung di sangkarnya. Menurut beliau, kicau burung di pagi hari sangat mendamaikan jiwa.

Bung Karno juga suka mengkoleksi barang – barang antik seperti keris, arca dan berbagai benda khas nusantara. Tujuannya tidak lain adalah keindahan seni serta nilai historis yang dimiliki benda tersebut. Lukisan juga merupakan salah satu benda seni yang dikaguminya. Bung Karno menyukai aliran naturalis, baik yang berupaa manusia, hawan, alam, dsb. Saat melakukan kunjungan ke Paris, Perancis, Bung Karno pun diberi hadiah sebuah lukisan bunga mawar merah dengan setetes embun di atasnya, ia merasa sangat senang. Koleksi patung pun tidak luput dari koleksi barang antiknya. Beberapa patung kini masih ada di Istana Bogor. Bung Karno juga menyukai berbagai macam kesenian Indonesia. Misalnya seperti kesenian wayang, serta tari – tarian. Tari yang paling disukai adalah tari Gatotkaca. Hampir setiap ada penerimaan tamu negara, Bung Karno selalu mempersembahkan tarian Gatotkaca. Penari yang ada direkrut dari Sri Wedari Solo. Bung Karno juga memberikan sarannya kepada tari – tarian yang pernah dibawakan ke hadapannya. Misalkan Tarian Kecak, Bung Karno menyarankan agar pasukan hanoman yang ada untuk dilipatgandakan. Tarian Gatotkaca juga tidak luput dari sarannya, agar selama pertunjukan turut ditabuh bedug, dan hingga kini saran tersebut masih diaplikasikan oleh sanggar tari Sri Wedari. Seni bangunan pun juga dikuasai oleh Bung Karno. Hampir sebagian bangunan landmark yang ada saat itu pembangunannya diawasi langsung oleh Bung Karno. Semisal Tugu Monas, Istana Tampak Siring, Masjid Istiqlal, serta Guest House di Istana Negara. Bung Karno menginginkan semua bangunan itu bercirikan nusantara, bukan gaya Eropa, dalam hal ini

1 komentar: